MAJU dengan LANGKAH PASTIKU

MAJU dengan LANGKAH PASTIKU

Memberdayakan anak difabel dengan MAJU dengan LANGKAH PASTIKU

Lembaga-lembaga yang mengabdikan diri untuk membina para difabel (dahulu disebut penyandang cacat – termasuk tuna rungu, tuna netra, tuna grahita) mempunyai semangat untuk membuat binaan mereka menjadi mandiri. Mandiri yang artinya tidak memerlukan pendampingan dari orang lain dalam menjalani hidup sehari-hari. Suatu pengabdian yang mulia. Orang dengan difabilitas bahkan dapat mencari nafkah dengan keterampilan-keterampilan mereka dan bukan dengan cara menjadi peminta-minta. Ada yang sukses dengan menjadi penyanyi, musisi, pengrajin, pemijat, ahli komputer dll.

Demikian juga Rutgers WPF Indonesia yang telah merancang dan mengimplementasikan program untuk difabel khususnya pada kelompok remaja dan anak-anak. Program yang dijalankan terkait hak-hak dan kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Remaja dan anak-anak difabel termasuk kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan seksual. Mereka, dalam kerangka pendidikan seksual secara komprehensif (Comprehensive Sexual Education - CSE) dapat menempuh program yang bernama MAJU! (untuk difabel pendengaran) dan LANGKAH PASTIKU! (untuk difabel penglihatan). Melalui program ini, mendapat kesempatan melalui guru-guru dan pembina mereka untuk mengenal dan memahami hal-hal menyangkut kesehatan seksual dan reproduksi.

Materi pembelajaran yang diberikan kepada para guru dan pembina telah disiapkan sesuai cara-cara mereka belajar. Contoh alat bantu pengajaran juga diberikan, seperti alat peraga, buku dalam cetakan huruf Braille dan rekaman audio maupun video.

Berikut adalah cakupan materi yang dilatihkan kepada guru-guru dan para pembina: 

  1. Semua Berawal dari Saya
  2. Perubahan Emosi
  3. Apakah Tubuhmu Juga Berubah?
  4. Pertemanan dan Hubungan Lainnya
  5. Gender (Laki-laki dan Perempuan)
  6. Perjuangkan Hakmu
  7. Seksualitas dan Cinta
  8. Kehamilan
  9. Lindungi Dirimu dari IMS dan HIV&AIDS
  10. HIV&AIDS - Kamu Juga Punya Peran
  11. Narkoba dan Dunia Remaja
  12. Cinta Seharusnya Tidak Menyakiti
  13. Masa Depan, Impian dan Rencanamu
  14. Catatan Kreatifku: Pesanku Untukmu
  15. Pameran

Dalam konteks pelaksanaan di Indonesia, Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Nasional, bertanggung jawab untuk pelaksanaan dan pengawasan program seperti yang diselenggarakan Rutgers WPF Indonesia ini. Untuk memastikan program dapat diadopsi oleh lembaga-lembaga sosial pelaksana, Rutgers WPF Indonesia memberikan dukungan teknis kepada lembaga-lembaga tersebut dalam bentuk manajemen, pengembangan program dan pelatihan berbasis data, termasuk pelatihan untuk pelatih (Training of Trainers - TOT)

Rutgers WPF Indonesia selalu terbuka untuk membentuk kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka menyebarkan program ini lebih luas lagi, termasuk dengan lembaga donor, pemerintah daerah maupun swasta; dan juga terbuka untuk dukungan finansial yang memungkinkan pelaksanaan dan perluasan program ini.

Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kantor Rutgers WPF jika membutuhkan penjelasan lebih lanjut.