Perayaan Rutgers ke-50 tahun

Rutgers telah bekerja selama lima puluh tahun dan ini merupakan alasan yang tepat untuk perayaan! Selama ini, Rutgers telah berkembang dari institut yang menyediakan kontrasepsi dan informasi menjadi pusat keahlian yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya di Belanda dan berbagai negara lainnya. Setelah turut berperan dalam isu seksualitas di Belanda, kini kami turut mendukung negara-negara lain dalam meningkatkan kesehatan dan hak seksualnya. Sekitar tiga ratus tamu diundang ke Utrecht’s Nicolaï Church untuk menyoroti baik peran yang dijalankan maupun pentingnya kerja yang dilakukan Rutgers selama ini.

Kunjungan royal

Acara perayaan ini bertemakan royal. Undangan meliputi tamu istimewa: Raja Willem-Alexander hadir di tengah tamu-tamu lainnya di sebuah panel debat terkait seks dan pendidikan seksualitas. Raja berbicara kepada tamu-tamu domestik dan mancanegara yang memaparkan kepadanya soal kondisi pendidikan seksualitas di negaranya masing-masing.

Sangat penting

Belajar dari anak muda, ahli, dan mitra-mitra, kerja-kerja Rutgers masih penting hingga hari ini. Ledakan populasi dan kurangnya akses penghentian kehamilan yang aman serta kontrasepsi di berbagai negara merupakan masalah yang harus ditangani. Gerakan-gerakan seperti She Decides dan Women's Marches menunjukkan bahwa ini juga merupakan isu yang masih penting di dunia Barat. Gerakan dunia #MeToo pun menunjukkan bahwa ini merupakan masalah yang mendunia.

Seks ada di mana-mana

Perubahan besar telah terjadi di Belanda selama lima puluh tahun terakhir. Sebuah panel yang terdiri dari perwakilan dari berbagai generasi memaparkan tentang pendidikan seksualitas yang mereka dapatkan. Seorang panelis, Paul Schnamel, tidak mendapatkan pendidikan seksualitas pada masanya di era 1950-an. Sementara panelis lainnya Linda de Munck, berbicara blak-blakan tentang seks di vlog-nya lewat YouTube. Anak muda hari ini memiliki akses terhadap informasi. Kini, seks bisa ditemukan di mana-mana. Namun, ini juga membuat mereka tidak yakin. Panelis muda Freek Donkers dalam diskusi antargenerasi mengatakan, "Ibu saya berkata bahwa pornografi bukanlah seks sungguhan. Orang-orang di dalamnya bahkan tidak saling jatuh cinta."

Anak muda menjalankan pendidikan seksualitas pada 2030

Wawasan penting yang Rutgers dapatkan juga diyakinkan oleh yang lainnya pada hari itu, bahwa penting untuk mendengarkan anak muda, mempelajari yang mereka butuhkan dan bagaimana menyediakannya. Oleh karena itu, Rutgers menantang para pelajar dengan sebuah pertanyaan: bagaimana pendidikan seksualitas pada tahun 2030? Pelajar dibagi ke dalam tiga tim untuk menawarkan konsepnya masing-masing, kemudian juri ahli memilih pemenangnya. Ketiga ide yang diajukan sama-sama inspiratif dan penting untuk digunakan di masa depan.

Riang tapi mendalam

Tamu yang hadir mendengarkan, tertawa, berpartisipasi dalam kuis dan belajar hal penting pada pagi hari itu; yakni tentang generasi masa kini dan kondisi pendidikan seksualitas di Belanda dan negara-negara lain termasuk Uganda, Kenya, dan Bangladesh. Kesehatan seksual dan reproduksi berdampak besar pada kehidupan seseorang dan terbukti masih banyak yang butuh dikerjakan. Maka sebentar saja kami pun merayakan yang selama ini sudah kami kerjakan baik di Belanda maupun di negara-negara lain.

Responses