KonselingLelaki

Undangan Peliputan KonselingLelaki

Siaran Pers Rutgers WPF Indonesia dan Yayasan Pulih Untuk disiarkan segera 8 Desember 2015 Konseling laki-laki - Inovasi baru dalam menanggulangi kekerasan terhadap perempuan

Jakarta (08/12) – Jumlah kekerasan terhadap perempuan meningkat setiap tahunnya. Pada 2014 angkanya adalah sebanyak 293.220 kasus, meningkat dibanding 2013 sebanyak 279.688 kasus (Komnas Perempuan). Namun, sudah ada terobosan kebijakan oleh pemerintah untuk penanggulangan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Salah satunya adalah mewajibkan pelaku KDRT untuk mengikuti program konseling agar bisa mengubah perilakunya. Hal ini diamanatkan dalam UU Penghapusan KDRT No. 23/2004 Pasal 50, selain tentunya juga hukuman penjara bagi pelaku.

Perkembangan terkini, organisasi sosial kemasyarakat juga menyadari perlunya intervensi pada pelaku dalam bentuk rehabilitasi menjadi bagian penting dalam upaya mendoro RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Berkaitan dengan itu, sejak tahun 2007 Rutgers WPF bersama dengan mitra- mitranya mengembangkan program konseling bagi laki-laki yang bertujuan untuk membimbing laki- laki yang melakukan kekerasan dalam hubungan personal demi mengakhiri kekerasannya dan menjadi pasangan yang saling menghargai dan menghormati.

“Permasalahan kekerasan terhadap perempuan sangatlah kompleks. Selama ini fokus banyak program tertuju pada perempuan sebagai korban saja, dan belum banyak program menyasar laki- laki pelaku kekerasan. Jika kita ingin menghapus kekerasan, kita juga harus bekerja dengan pelaku, kita harus melibatkan laki-laki dan dengan demikian berusaha mengubah perilakunya agar laki-laki mengerti diri sendiri dan tidak melakukan kekerasan lagi. Semuanya ini untuk melindungi perempuan dan anak. Inovasi berupa konseling laki-laki adalah hal baru dan perlu diadopsi seluas mungkin mengingat kasus kekerasan terhadap perempuan malah semakin meningkat setiap tahunnya,” tutur Irma S. Martam selaku Koordinator Eksekutif Yayasan Pulih, lembaga yang memberikan layanan konseling laki-laki.

Namun terlepas dari terobosan-terobosan yang sudah dilakukan untuk intervensi pada pelaku, masih diperlukan sebuah tinjauan seberapa jauh hal ini sudah diimplementasikan dan apakah intervensi pada pelaku ini sudah menuju pada perubahan perilaku yang dapat berkontribusi pada penghentian kekerasan terhadap perempuan, seperti dalam konteks KDRT ataupun kekerasan seksual, termasuk pada anak pelaku kekerasan seksual.

“Kami bersama mitra sudah melatih komunitas ayah agar mampu mengidentifikasi kekerasan terhadap perempuan dan juga merujuk lelaki yang berperilaku demikian agar bisa mengikuti konseling. Wilayah cakupan program konseling laki-laki saat ini menjangkau Lampung, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta Aceh. Banyak pembelajaran yang kami dapatkan selama berproses mengembangkan inovasi ini, salah satunya adalah pentingnya kesadaran masyarakat apa itu kekerasan dan beragam bentuk kekerasan agar kita bisa saling mengingatkan dan melindungi perempuan dan anak sebagai kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan,” tandas Monique Soesman, Direktur Rutgers WPF Indonesia.

Tentang Rutgers WPF Indonesia

Rutgers WPF Indonesia adalah pusat keahlian dalam bidang kesehatan reproduksi, seksualitas, penanggulangan kekerasan berbasis gender dan seksualitas. Rutgers WPF mengembangkan berbagai program yang menjamin remaja mendapatkan akses pendidikan seksualitas yang komprehensif, layanan kesehatan seksual dan reproduksi, dan pelibatan laki-laki untuk menghapus kekerasan yang diimplementasikan bersama mitra lokal di Indonesia. Rutgers WPF Indonesia memiliki rekam jejak yang sudah terbukti dan inovatif dalam advokasi kebijakan, penelitian, pendekatan gender transformatif dan mendukung kerjasama dengan mitra lokal. Saat ini Rutgers WPF Indonesia bekerja dengan lebih dari 20 mitra di 10 provinsi di Indonesia.

Tentang Yayasan PULIH

Yayasan Pulih adalah lembaga nirlaba yang merupakan pusat layanan untuk penguatan psikososial bagi korban kekerasan. Yayasan Pulih bekerja untuk perempuan, laki-laki, baik dewasa maupun anak, serta komunitas dan juga melakukan penanganan pada pelaku, dan saat ini memiliki kantor di Jakarta dan Aceh. Yayasan Pulih sudah bekerja selama 13 tahun mulai dari Aceh hingga Papua, untuk mengarusutamakan penguatan psikososial untuk masyarakat dalam pelayanan publik, menguatkan peran psikologi dalam proses hukum untuk mendukung tercapainya keadilan dalam penanganan kasus kekerasan, serta menguatkan kapasitas psikososial lembaga dan pekerja kemanusiaan. Pengalaman ini menjadikan PULIH sebagai lembaga acuan utama untuk model penguatan psikososial untuk pencegahan dan penanganan kekerasan pada kelompok rentan serta menjadikan Yayasan Pulih sebagai lembaga yang kompeten, terjangkau, terpercaya, mandiri dan terus berkembang. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kontak:

Rinaldi Ridwan – 081311413096  rinaldi@rutgerswpfindo.org www.rutgerswpfindo.org

Facebook: Rutgers WPF Indonesia

Twitter: @rutgerswpfindo

 

Download lampiran UNDANGAN dan AGENDA

Responses