Daku Papua

DAKU Papua - Dunia Remajaku Seru (My Fun World)! In Papua

Bagaimana membicarakan seksualitas tanpa rasa malu? Seksualitas adalah salah aspek yang membuat kita hadir hingga saat ini. Jika dibicarakan dan dikelola dengan baik, kita akan sehat dan bahagia. Namun sebaliknya, jika tidak kita bisa sangat rentan mengalami kekerasan, terkena penyakit, hingga berbagai masalah personal lainnya.

Namun berbeda ceritanya bagi remaja di Papua, di lingkungan dimana epidemi HIV (virus yang menyerang kekebalan tubuh) telah menjadi epidemi umum, tingginya Angka Kematian Ibu se-Indonesia, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Remaja di Papua memiliki tantangan tersendiri dibandingkan remaja di provinsi lainnya di Indonesia. .

Dengan berfokus kepada masalah yang sangat spesifik ini, Rutgers WPF Indonesia bersama mitra kerjanya meluncurkan program DAKU! (Dunia Remajaku Seru!) Papua sejak tahun 2012 yang turut dibuka oleh Wakil Bupati Merauke dan Ketua DPRD Merauke. Program DAKU! Papua adalah program pemberdayaan remaja yang dilakukan oleh guru-guru mereka di sekolah menengah atas atau para pendidik di komunitas mereka. Program DAKU! Papua terlebih dahulu melatih para guru dan para pendidik, sementara materi pelatihan itu sendiri di godok terlebih dahulu bersama-sama representasi remaja atau siswa-siswi untuk memastikan materi pembinaan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, termasuk adat istiadat dan kebiasaan sehari-hari.

Berikut ini adalah materi pelatihan dalam program DAKU! Papua yang terdiri dari 15 bagian:

  1. Semua Berawal dari Saya
  2. Perubahan Emosi
  3. Apakah Tubuhmu Juga Berubah?
  4. Pertemanan dan Hubungan Lainnya
  5. Gender (Laki-laki dan Perempuan)
  6. Perjuangkan Hakmu
  7. Seksualitas dan Cinta
  8. Kehamilan
  9. Lindungi Dirimu dari IMS dan HIV&AIDS
  10. HIV&AIDS - Kamu Juga Punya Peran
  11. Narkoba dan Dunia Remaja
  12. Cinta Seharusnya Tidak Menyakiti
  13. Masa Depan, Impian dan Rencanamu
  14. Catatan Kreatifku: Pesanku Untukmu
  15. Pameran

Berdasarkan materi inilah, guru-guru sekolah menengah atas dan para pendidik dapat melakukan pembinaan para siswa tentang kesehatan seksual dan reproduksi serta perilaku-perilaku seksual yang lebih sehat.

Remaja Papua seharusnya sudah bisa mengatakan: kasus HIV, IMS, pelecehan seksual, kekerasan dalam berpacaran, berhenti sampai di sini saja. Kami sudah tahu dan setuju untuk menjalani kehidupan pergaualan yang lebih sehat. Maaf untuk narkoba, minuman beralkohol, dan juga rokok, karena kita orang remaja Papua tidak tertarik lagi.

Mengadopsi prinsip-prinsip efektifitas dan efisiensi, Rutgers WPF Indonesia menularkan keterampilan, pengetahuan dan semangat kepada individu-individu dan organisasi-organisasi yang selanjutnya bersama-sama melaksanakan kegiatan Pendidikan, Pelatihan guru, dan Mendorong Perubahan Perilaku agar memberi dampak yang baik kepada masyarakat orang per orang termasuk kepada anak-anak, remaja, pemuda dan orang tua.

Rutgers WPF Indonesia selalu terbuka untuk membentuk kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka menyebarkan program ini lebih luas lagi, termasuk dengan lembaga dari negara lain, pemerintah daerah maupun swasta; dan juga terbuka untuk dukungan finansial yang memungkinkan pelaksanaan dan perluasan program ini.

Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kantor Rutgers WPF jika membutuhkan penjelasan lebih lanjut.