Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini

AKU DAN KAMU (modul untuk anak usia dini, 4-6 tahun)

Aku dan Kamu: Pendidikan Seksualitas untuk Anak Usia Dini

Mandi dua kali sehari, tidak lupa menggosok gigi. Makan sayur dan buah-buahan. Mencuci kaki sebelum tidur. Menggunakan kelambu di tempat tidur. Tidak menonton televisi dengan jarak yang terlalu dekat. Ini sebagian dari perilaku-perilaku yang sehat yang diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Pengajaran dengan cara memberikan contoh dan diulang-ulang. Anak-anak lain juga sudah belajar sejak dini tentang bagaimana mengembalakan kambing, kerbau, itik atau memelihara anjing atau kucing. Bahkan ada anak-anak yang telah belajar bagaimana mengenal binatang berbisa dan menghindari bahayanya.

Ketika terjadi ribuan kasus-kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak termasuk mereka yang masih berusia dini, Rutgers WPF tidak bisa tinggal diam. Anak-anak harus mendapatkan pengetahuan untuk dapat menghindar dari bahaya-bahaya semacam itu. Bahaya kekerasan seperti itu sama saja dengan binatang berbisa yang harus dihindari.

Bagaimana mengajarkan anak-anak usia dini tersebut? Orang tua dan guru taman kanak-kanak sangat mahir mengajarkan sesuatu yang baru kepada anak-anak usia dini; anak-anak yang di Taman Kanak-Kanak atau di Kelompok Bermain (Playgroup atau PAUD – Pendidikan Anak Usia Dini). Bagaimana dengan materi pembelajaran menyangkut seksualitas dan kesehatan reproduksi?

Rutgers WPF Indonesia mengemas pendidikan seksualitas bagi anak usia dini melalui program ”Aku dan Kamu” Kami mengkaji dan meramu berbagai materi pembelajaran yang sudah dikembangkan selama ini dari seluruh dunia. Materi yang disusun dengan memahami cara belajar anak-anak dan kemampuan guru yang optimal. Orang tua juga sangat baik jika turut belajar seperti layaknya seorang guru yang sedang berlatih. Hal ini karena orang tua lah yang sebenarnya lebih banyak meluangkan waktu dengan anak-anak yang masih di usia dini.

Materi inilah yang nantinya sebagai panduan untuk guru atau orang tua dalam mendidik anak-anak usia dini di program ”Aku dan Kamu”:

  • Aku dan kamu unik
  • Aku dan tubuhku
  • Ketika aku bayi
  • Aku dan teman-temanku
  • Anak laki-laki dan perempuan
  • Peran anak laki-laki dan perempuan
  • Bagaimana merawat tubuhmu?
  • Bagaimana menjaga tubuhmu?
  • Keluarga dan orang di sekitarmu
  • Aku dan pakaianku
  • Perasaanku dan perasaanmu
  • Apakah kamu melakukan apapun yang kamu mau?

Materi pengajaran ini terlihat sederhana namun sangat penting untuk diketahui anak sejak dini. Materi ini akan disampaikan oleh guru di kelas,di taman atau halaman sekolah dalam permainan-permainan yang menyenangkan. Prinsip AJEL (Active Joyful Effective Learning) merupakan metode mutakhir yang baik dalam proses belajar di kelas anak-anak. Proses belajar dapat lebih berhasil jika dilakukan dengan memberikan kesempatan anak-anak untuk aktif terlibat dalam suasana dan kegiatan yang menyenangkan. Guru yang sudah mahir dengan materi pembelajaran ini, diharapkan dapat melatih guru atau orang tua lainnya. Rutgers WPF juga menyiapkan materi pembinaan (training of trainers) agar guru juga dapat melatih rekan-rekannya atau pendidik yang lain.

Selain materi pembelajaran, Rutgers WPF juga menyediakan contoh alat peraga seperti boneka keluarga. Boneka mempunyai anatomi yang benar untuk menggambarkan perubahan tubuh, dan boneka ibu dapat melahirkan bayi.

Untuk anak-anak yang sudah gemar membaca, Rutgers WPF juga memberikan sejumlah contoh buku komik atau cerita bergambar seperti:

  • Darimana adik berasal? (kehamilan dan persalinan)
  • Tubuhku (bagian tubuh termasuk alat kelamin)
  • Laki-laki dan perempuan (peran gender; mengenal perbedaan dan pembedaan)
  • Pahlawan kecilku (menghindari pelecehan seksual)

Ada juga materi pembelajaran khusus bagi orang tua yang disiapkan oleh Rutgers WPF dalam bentuk buku panduan. Buku ini sangat baik bagi orang tua untuk memahami pertumbuhan anak dan hal-hal yang sehat bagi anak.

Program Rutgers WPF Indonesia yang berlabel ”Aku dan Kamu” ini diharapkan dapat menghasilkan anak-anak yang ”bijak” yang dapat menghindari kekerasan seksual, dapat mengatakan tidak dengan tegas, bernegosiasi dengan cerdas ketika menghindari bahaya.

Terima kasih kepada Yayasan Bernard van Leer dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), masing-masing sebagai donatur dan pelaksana program di lapangan yang sudah bekerja sama dengan Rutgers WPF sejak tahun 2005 untuk program ini.

Jika Anda atau komunitas Anda ingin bekerjasama menyelenggarakan program ”Aku dan Kamu” untuk anak-anak usia dini di lingkungan masing-masing, silahkan menghubungi Rutgers WPF Indonesia. Keberhasilan program, jumlah anak-anak yang terselamatkan dan kecepatan pelaksanaan program sangat tergantung dari partisipasi kita semua yang mencintai anak-anak kita.