gbv

Kekerasan Berbasis Gender

Memperjuangkan kesetaraan gender dan mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan.

Kami berkomitmen untuk bekerja dengan menggunakan berbagai sudut pandang dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satunya adalah meningkatkan kesehatan perempuan dengan turut menggunakan perspektif kekerasan sebagai pendukung untuk menganalisa permasalahan dan dicarikan jalan keluarnya.

Berbagai intervensi untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan sudah banyak dilakukan oleh pemerintah, lembaga donor, hingga organisasi sosial kemasyarakatan. Namun intervensi program lebih banyak difokuskan kepada perempuan dan belum banyak menyasar kepada kelompok yang kerap melakukan kekerasan dan perlu untuk dilibatkan lebih jauh yakni laki-laki.

Rutgers WPF Indonesia telah dan sedang menjalankan program-program pemberdayaanremaja dan perempuan dan meningkatkan kemampuan guru-guru, pendidik, penyedia layanan dan para orang tua dalam menanggulangi kekerasan. Sementara itu kondisi pandangan masyarakat, nilai-nilai dan budaya di Indonesia masih belum sepenuhnya mendukung perubahan yang diupayakan Rutgers WPF Indonesia dan mitra-mitra karena kekerasan sudah menjadi keseharian dalam hidup dan perlu proses untuk menghapusnya. 

Berangkat dari hal ini, kami berusaha mendorong penghapusan kekerasan dan mewujudkan kesetaraan gender di dua ranah, yakni pertama mendukung pembentukan dan implementasi kebijakan pemerintah yang terkait kesetaraan gender; aturan untuk melarang kekerasan dalam rumah tangga; aturan yang melindungi anak dari kegiatan yang merugikan atau menyakiti anak; aturan yang melarang pelecehan seksual, pemerkosaan dan tindak kejahatan seksual lainnya. Kedua di ranah masyarakat dengan menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya penghapusan kekerasan melalui pendidikan publik, kampanye, pelibatan kelompok ayah hingga remaja laki-laki. Berikut adalah beberapa inovasi yang kami lakukan:

Melibatkan laki-laki untuk lebih peduli di Prevention+

Prevention+ merupakan kelanjutan dari program MenCare+ yang berfokus pada pencegahan kekerasan berbasis gender dengan memadukan pendekatan pelibatan laki-laki. Program ini bertujuan mewujudkan kesetaraan gender sebagai suatu kondisi yang ideal bagi pemenuhan hak-hak dan kesehatan seksual dan reproduksi dan membongkar norma-norma gender yang ada. Dalam kondisi ini, tidak ada lagi dorongan untuk melakukan tindakan kekerasan khususnya kepada perempuan. Program yang berjalan tahun 2016-2020 ini, dalam implementasinya menggandeng mitra lokal, yaitu: Pulih, Rifka Annisa, Damar, dan Rahima.

Mendukung Women Crisis Center

Beberapa program kami bersifat mencegah atau mengurangi potensi bahaya terabaikannya prinsip kesetaraan gender dan bahaya yang mengancam hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi; sementara program yang lain berupaya mempercepat sosialisasi pentingnya hak-hak perempuan, ibu dan kaum muda, yang nota bene hak-hak tersebut sudah dilindungi undang-undang. Masih ada kelompokmasyarakat yang mencari pembenaran dari kekerasan terhadap perempuan dengan berlindung di balik penafsiran keagamaan yang sempit; namun suatu terobosan untuk mencegah praktik kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh Women Crisis Center (Cahaya Perempuan) di provinsi Bengkulu. Bekerjasama dengan kantor kementerian agama setempat, WCC Cahaya Perempuan mengadakan program pembinaan para calon pengantin tentang isu kesetaraan gender dan membangun rumah tangga yang harmonis berdasarkan Al-Quran dan Hadist.

Konseling bagi korban dan pelaku kekerasan

Ada lagi suatu jenis program yang terbilang ”mewah”, yaitu program yang mengembangkan kegiatan konseling. Konseling selalu dilakukan secara pribadi atau orang per orang, karena setiap orang adalah unik. Persis dengan konseling yang dilakukan sorang dokter kepada pasiennya. Obat yang diberikan boleh sama tetapi dosisnya bisa berbeda. Fasilitas konseling disediakan untuk pasangan suami istri, perempuan korban kekerasan, laki-laki pelaku kekerasan hingga remaja. Konseling diharapkan dapat mengubah pandangan yang bersangkutan terkait kekerasan dan menghindari kecenderungan terhadap perilaku ini..

Secara ringkas, Rutgers WPF Indonesia berusaha secara konsisten mengakomodir aspek-aspek pendekatan komprehensif mulai dari pencegahan dengan pengetahuan, pelayanan, penyembuhan dan perubahan/perbaikan perilaku dalam memperjuangkan kesetaraan gender sebagai suatu necessary condition (atau kondisi yang harus ada terlebih dahulu) untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan.